Setelah mendengar kabar berita pembacaan proklamasi kemerdekaan sambutan rakyat sangat antusias bendera merah putih berkibar dimana-mana. Rakyat menyambut dengan penuh gembira dan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan. Pekikkan "merdeka" menjadi salam nasional. Keadaan tersebut menggambarkan betapa besarnya dukungan rakyat atas kemerdekaan Indonesia.
1. Comite van Actie (Komite Aksi)
Komite Aksi merupakan urusan laskar perjuangan yang berasal dari Angkatan Pemuda Indonesia, Barisan Rakyat Indonesia, Barisan Buruh Indonesia dan laskar perjuangan lainnya.
Bentuk dukungan dari Komite Aksi tampak pada tanggal 2 September 1945 dengan mengeluarkan manifesto Suara Rakyat Nomor 1.
Manifesto tersebut berisi hal sebagai berikut :
3. Jepang sudah kalah dan tidak ada hak menjalankan kekuasaan lagi di atas bumi Indonesia.
4. Rakyat harus merebut senjata dari tangan Jepang.
5. Segala perusahaan, kantor, pabrik, tambang, kebun, dan lain-lain harus direbut dan dikuasai oleh rakyat Indonesia dari tangan Jepang.
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia telah berdiri tanggal 17 Agustus 1945 dan rakyat telah merdeka, bebas dari pemerintahan bangsa asing.
2. Semua kekuasaan harus di tangan negara dan Bangsa Indonesia.3. Jepang sudah kalah dan tidak ada hak menjalankan kekuasaan lagi di atas bumi Indonesia.
4. Rakyat harus merebut senjata dari tangan Jepang.
5. Segala perusahaan, kantor, pabrik, tambang, kebun, dan lain-lain harus direbut dan dikuasai oleh rakyat Indonesia dari tangan Jepang.
2. Pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Penguasa Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan bahwa Yogyakarta adalah bagian dari negara Indonesia yang dinyatakan pada tanggal 5 September 1945.
Berikut kutipan pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX:
1. Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia.
2. Sebagai kepala daerah, Sri Sultan Hamengku Buwono IX memegang pemerintahan di wilayah Kesultanan Yogyakarta.
3. Kesultanan Yogyakarta memiliki hubungan langsung dengan pemerintahan pusat Republik Indonesia dan Sultan Yogyakarta bertanggung jawab atas negeri Yogyakarta langsung kepada presiden Republik Indonesia.
Pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan kebesaran jiwa dan pengorbanannya dalam mendukung berdirinya Negara Republik Indonesia.
Sehari setelahnya, 6 September 1945, pemerintah pusat memberikan Piagam 19 Agustus 1945 yang merupakan bentuk penghargaan atas bergabungnya Yogyakarta dengan RI.
Pemerintah Republik Indonesia menyatakan:
“Kami Presiden Republik Indonesia menyatakan Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Ngalogo Abdurachman Sayidin Panotogomo Khalifatullah Ingkang kaping IX ing Ngayogyakarta Hadiningrat, pada kedudukannya, dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kanjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa, dan raga untuk keselamatan daerah Yogyakarta sebagai bagian Republik Indonesia.
3. Rapat Raksasa di Lapangan Ikada
Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) pada tanggal 19 September 1945 yang dipelopori oleh komite aksi melaksanakan rapat umum. Saat ini lapangan Ikada terletak di sebelah Selatan lapangan monas.
Diadakannya rapat umum di lapangan Ikada dalam rangka menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan sebagai aksi protes terhadap pengumuman panglima tentara Jepang di Jawa tanggal 10 September 1945 yang menyatakan bahwa kekuasaannya di Indonesia akan diserahkan kepada Sekutu.
Dalam rapat yang diawasi secara ketat oleh tentara Jepang itu, Soekarno yang telah ditunjuk oleh PPKI sebagai Presiden Indonesia menyampaikan pidato singkatnya. Setelah itu, pemuda dan rakyat yang hadir dalam rapat itu meninggalkan Lapangan Ikada dengan damai tanpa ada bentrokan seperti yang sempat dikhawatirkan sebelumnya.
Rapat tersebut memiliki makna tersendiri bagi bangsa Indonesia. Adapun makna rapat raksasa di Lapangan Ikada bagi bangsa Indonesia, antara lain:
1) Rapat tersebut berhasil mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengan rakyatnya.
2) Rapat tersebut merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah Republik Indonesia terhadap rakyat.
3) Menanamkan kepercayaan diri bahwa rakyat Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatan sendiri.
4) Rakyat mendukung pemerintahan yang baru terbentuk. Buktinya, setiap instruksi pimpinan mereka laksanakan
***
Posting Komentar untuk "Dukungan dan Reaksi Rakyat Indonesia terhadap Proklamasi Kemerdekaan"