zmedia

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia; Pengertian, Latar Belakang, Anggota dan Tugas BPUPKI

BPUPKI singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dalam bahasa Jepang disebut dengan Dokuritsu Junbi Cosakai merupakan bentukan pemerintah Jepang di Jawa untuk penyelidikan kemerdekaan Indonesia.
Gambar. Beberapa Tokoh Anggota BPUPKI

Latar Belakang Pembentukan BPUPKI
Pada akhir tahun 1944 pasukan Jepang di berbagai wilayah mulai terdesak, banyak wilayah yang dikuasai Jepang, kembali jatuh ketangan Sekutu. Ditambah lagi banyak diwilayah Indonesia melakukan perlawanan menentang pendudukan Jepang. 

Pemerintah Jepang membutuhkan strategi baru untuk tetap mempertahankan kekuasaannya. Stategi yang diambil ialah menjanjikan kemerdekaan dimasa yang akan datang. Janji kemerdekaan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Koiso pada tanggal 7 September 1944.

Untuk merealisasikan janji itu, maka dibentuk BPUPKI yaitu Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau Dokuritsu Junbi Cosakai.

Keanggotaan BPUPKI
Dalam melaksanakan janjinya Pemerintah Jepang membentuk suatu badan penyelidik untuk kemerdekaan Indonesia. Anggota BPUPKI berjumlah 67 orang yang terdiri atas 60 orang asli Indonesia dan 7 orang Jepang yang bertugas mengawasi.

BPUPKI diketuai oleh dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat yang dibantuoleh R.P. Soeroso dan Ichibangase. Anggota BPUPKI terdiri atas berbagai golongan dan berasal dari berbagai daerah. Di antara mereka ada yang berasal dari golongan nasionalis, golongan agama, peranakan Arab, peranakan Tionghoa, Indo, aristokrat, jurnalis, dan sebagainya. Selain itu adapula tokoh perempuan yaitu Siti Sukaptinah dan Maria Ulfah.

Berikut ini anggota BPUPKI:
  1. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat menjabat sebagai ketua
  2. R.P. Soeroso menjabat sebagai wakil ketua
  3. Ichibangse Yoshio menjabat sebagai wakil ketua
  4. Soekarno sebagai anggota BPUPKI
  5. Mohammad Hatta sebagai anggota BPUPKI
  6. Ki Hajar Dewantara sebagai anggota BPUPKI
  7. Raden Suleiman Effendi Kusumaatmaja sebagai anggota BPUPKI
  8. Samsi Sastrawidagda sebagai anggota BPUPKI
  9. Sukiman Wiryosanjoyo sebagai anggota BPUPKI
  10. Kanjeng Raden Mas Hario Sosrodiningrat sebagai anggota BPUPKI
  11. KH A Ahmad Sanusi sebagai anggota BPUPKI
  12. KH Wahid Hasyim sebagai anggota BPUPKI
  13. H Agus Salim sebagai anggota BPUPKI
  14. Raden Ashar Sutejo Munandar sebagai anggota BPUPKI
  15. Abdul Kahar Muzakir sebagai anggota BPUPKI
  16. Raden Mas Panji Surahman Cokroadisuryo sebagai anggota BPUPKI
  17. Raden Ruseno Suryohadikusumo sebagai anggota BPUPKI
  18. KH Abdul Halim Majalengka (Muhammad Syaari) sebagai anggota BPUPKI
  19. KRMT Ario Wuryaningrat sebagai anggota BPUPKI
  20. Ki Bagus Hadikusumo sebagai anggota BPUPKI
  21. KH Mas Mansoer sebagai anggota BPUPKI
  22. KH Masjkur sebagai anggota BPUPKI
  23. Agus Muhsin Dasaad sebagai anggota BPUPKI
  24. Liem Koen Hian sebagai anggota BPUPKI
  25. Mas Aris sebagai anggota BPUPKI
  26. Mas Sutarjo Kartohadikusumo sebagai anggota BPUPKI
  27. AA Maramis sebagai anggota BPUPKI
  28. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonagoro sebagai anggota BPUPKI
  29. Mas Susanto Tirtoprojo sebagai anggota BPUPKI
  30. Mohammad Yamin sebagai anggota BPUPKI
  31. Raden Achmad Soebardjo sebagai anggota BPUPKI
  32. Raden Hindromartono sebagai anggota BPUPKI
  33. AR Baswedan sebagai anggota BPUPKI
  34. Raden Mas Sartono sebagai anggota BPUPKI
  35. Raden Panji Singgih sebagai anggota BPUPKI
  36. Raden Syamsudin sebagai anggota BPUPKI
  37. Raden Suwandi sebagai anggota BPUPKI
  38. Raden Sastromulyono sebagai anggota BPUPKI
  39. Yohanes Latuharhary sebagai anggota BPUPKI
  40. Raden Ayu Maria Ulfah Santoso sebagai anggota BPUPKI
  41. Raden Nganten Siti Sukaptinah Sunaryo Mangunpuspito sebagai anggota BPUPKI
  42. Oey Tiang Tjoei sebagai anggota BPUPKI
  43. Oey Tjong Hauw sebagai anggota BPUPKI
  44. Bandoro Pangeran Hario Purubojo sebagai anggota BPUPKI
  45. PF Dahler sebagai anggota BPUPKI
  46. Parada Harahap sebagai anggota BPUPKI
  47. Soepomo sebagai anggota BPUPKI
  48. Pangeran Ario Husein Jayadiningrat sebagai anggota BPUPKI
  49. Raden Jenal Asikin Wijaya Kusuma sebagai anggota BPUPKI
  50. Raden Abdul Kadir sebagai anggota BPUPKI
  51. Raden Abdulrahim Pratalykrama sebagai anggota BPUPKI
  52. Raden Abikusno Cokrosuyoso sebagai anggota BPUPKI
  53. RAA Purbonegoro Sumitro Kolopaking sebagai anggota BPUPKI
  54. Raden Adipati Wiranatakoesoema V sebagai anggota BPUPKI
  55. Raden Mas Margono Djojohadikusumo sebagai anggota BPUPKI
  56. RMTA Suryo sebagai anggota BPUPKI
  57. R Otto Iskandardinata sebagai anggota BPUPKI
  58. Raden Panji Suroso sebagai anggota BPUPKI
  59. Raden Ruslan Wongsokusumo sebagai anggota BPUPKI
  60. Raden Sudirman sebagai anggota BPUPKI
  61. Raden Sukarjo Wiryopranoto sebagai anggota BPUPKI
  62. Raden Buntaran Martoatmojo sebagai anggota BPUPKI

Tugas BPUPKI
Keberadaan BPUPKI ini sangat besar artinya bagi perkembangan sejarah bangsa Indonesia. Sesuai dengan namanya, tugas BPUPKI adalah menyelidiki hal-hal yang Indonesia perlukan untuk menyambut kemerdekaan. BPUPKI memiliki dua peran utama terkait negara Indonesia. Adapun peran utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara dan konstitusi Indonesia. 

Sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei-1 Juni 1945, membahas mengenai dasar negara. Dalam sidang tersebut, terdapat beberapa tokoh yang menyampaikan usulan tentang dasar negara, seperti Muh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Pada hari terakhir dari sidang itulah Soekarno menyampaikan gagasannya tentang dasar negara yang ia namakan Pancasila.

Itulah setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari Lahirnya Pancasila. Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI kemudian dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945, hanya beberapa saat sebelum Jepang menyerah. Untuk melanjutkan tugasnya, maka dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Demikianlah materi tentang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Semoga bermanfaat. Salam Jas Merah!

Posting Komentar untuk "Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia; Pengertian, Latar Belakang, Anggota dan Tugas BPUPKI"