zmedia

Perundingan Hooge Veluwe 14 - 21 April 1946

Perjuangan diplomasi merupakan sebuah perjuangan yang dilakukan dengan cara dialog dengan pihak musuh untuk mencapai kesepakatan bersama. Salah satu perjuangan diplomasi awal yang dilakukan oleh pihak Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan ialah perundingan Hooge Veluwe.

Gambar. Ilustrasi Perundingan Hooge Veluwe

Perundingan Hooge Veluwe dilaksanakan antara tanggal 14 - 21 April 1946 di Hooge Veluwe, Belanda. Hooge Veluwe sendiri adalah tempat perundingan berlangsung yang merupakan nama kota kecil di Negeri Belanda.

Delegasi yang hadir pada perjanjian Hooge Veluwe adalah sebagai berikut:
  1. Delegasi Belanda terdiri atas Dr. Schermerhorn (P.M. Belanda), Dr. Van Mook, Sultan Hamid II (Sultan Pontianak), dan Kolonel KNIL Surio Santoso.
  2. Delegasi Republik Indonesia terdiri atas Mr. Suwandi, Dr. Sudarsono, Dan A.G. Pringgodigdo.
  3. Pihak perantara, Sri Clark Keer beserta stafnya.
Perundingan Hooge Veluwe berjalan alot dan mengalami kebuntuan hal ini disebabkan karena tidak ada kesungguhan dari Belanda untuk menyelesaikan sengketa dengan pihak Indonesia dan pihak Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan Republik Indoneisa.

Kegagalan perundingan Hooge Veluwe menyebabkan semakin meningkatnya ketegangan hubungan pihak Indonesia dengan Belanda. Konflik bersenjata terus berlanjut hingga akhirnya dilakukan perjanjian Linggarjati.

Meskipun mengalami kegagalan, usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia mulai mendapat perhatian dunia internasional.***

Posting Komentar untuk "Perundingan Hooge Veluwe 14 - 21 April 1946"